Category Archives: Reviews

Berisikan review-review hardware maupun software oleh member abletonindo

Sounds from the Modular

Review: Sounds from the Modular, a sample library from Loopmasters

This is one of the rather unique library, featuring the sounds of Analog Modular Synthesizer at their best. Especially since it’s made from some boutique class modules and processors, such as listed at the bottom of this review. Something that most people are not able to purchase or have enough skill to match the programming quality of the beast. Continue reading Sounds from the Modular

Launchpad Review

Halo semuanya, kali ini saya ingin memberikan sedikit review mengenai salah satu gear yang sering digunakan di Ableton Live, ini salah satu best controller menurut saya pribadi dan memang sering menemani saya saat live perform dengan menggunakan Live.

Satu hal yang menjadi keunggulan dari Launchpad adalah harganya yang amat terjangkau. Hanya berkisar 1.8 jt saja kita sudah bisa membawa pulang launchpad ini. Dengan harga yang terjangkau itu kita sudah mendapatkan sebuah controller yang amat dapat digunakan untuk mengontrol live secara keseluruhan. dari built quality sendiri cukup bagus menurut saya karena dibuat dari plastik yang cukup kokoh. Untuk padsnya sendiri karena memang bukan ditujukan untuk menjadi drum pad, terasa tidak enak untuk membuat drum pattern secara live.

Apa yang saya suka dari launchpad adalah pad-pad yang ada didalamnya tidak terbatas hanya untuk me-launch clip atau membuat drum pattern saja, tetapi juga dapat digunakan untuk menggerakan parameter-parameter lainnya seperti fader atau knob. Dengan begitu untuk memainkan efek-efek yang rumit saat DJ set pun bukan masalah. Selain native mapping untuk launch clip, dan mixer. Novation juga menyediakan dua page untuk kita mapping sendiri yang disebut dengan user 1 dan user 2.

Overall dengan harga yang terjangkau, launchpad mungkin pilihan tepat untuk Ableton live controller yang portable. Selain mudah dibawa kemana-mana launchpad juga memberikan pilihan untuk mengkostumisasi set kita. Kekurangan yang saya rasakan hanyalah pad nya yang tidak velocity sensitive. Tetapi Launchpad adalah gear yang paling lama saya punya karena sampai sekarang saya belum menemukan gear lain yang bisa menggantikan kesimpelan dan kegunaannya.

zp8497586rq

Ableton Operator (2 of 2)

operator

FM Synthesizer Ableton yg Old & New

(Part 2 of 2)
http://www.ableton.com/operator

Bahkan sampai hari ini FM synthesizer merupakan synth unik dengan kemungkinan suara yang tidak terbatas. Hanya beberapa Hardware synthesizer yang menampilkan FM secara penuh, diantaranya: Nord Modular, Alesis Fusion dan Korg Oasys/Kronos. Penampilan FM synth dari Yamaha yang terakhir adalah dalam bentuk groovebox DX200 dan plug-in card PLG-150DX, serta module FS1R. FM software yg paling powerful saat ini adalah FM8, tp buat ane kalo untuk suara FM jadul..masih lebih asik operator, bahkan untuk FM modern sekalipun ane msh lebih suka suaranya si operator..maklum satu2nya synth pertamax murni (bukan sampler/simpler/impulse) keluaran Ableton.

Nah..obsesi satunya lagi lahir karena generasi penerus DX yang namanya SY99! Yg bisa dibilang merupakan DX7II yg disempurnakan plus tambahan engine sample playback dan sequencer, yg jg bisa meload sample sendiri + tiap part termasuk FM bisa menggunakan Filter. Generasi ini, dimulai dengan SY77 adalah generasi FM pertama yang menggunakan filter. Waktu dulu hanya mimpi kalau bisa menyentuh synth ini! Sebuah suara bisa menggunakan hingga 4 oscillator..baik 2 sample + 2 FM (tidak bisa 3 fm + 1 sample, harus 2 + 2), 4 sample atau 4 FM (tapi jadi mono synth).

sy99

Nah, dengan INSTRUMENT RACK di Ableton, kita bukan hanya dapat membuat simulasi SY99…tapi bisa dibilang lebih mirip simulasi Combi pada Korg Kronos yang memiliki 9 engine, bahkan dengan system sequencing dan recording, jg penyimpanan data..effect, sample yang jauhhhh lebih flexible dan powerful!

Di Instrument Rack kita bukan aja bisa membuat gabungan dari 2 sample + 2 FM…tp bisa jauh lebih dari itu, bahkan dengan midi fx seperti arpegiator, efek2 lainnya…dengan macro control yg sangat flexible, jg dengan SAMPLE user (dulu barang mewah), dan yg paling gokil…engine dahsyat lainnya seperti Analog, Collision, Tension, Electric, Sampler, Simpler….sehingga merupakan sebuah environment sound design + sequencing yg menurut saya, paling canggih dan dahsyat, dibandingkan oleh apapun itu..baik hardware maupun software.

Belum lagi Drum Rack, dimana kita bisa membuat gabungan kick dari Analog, Snare dan FX dari Operator, Perkusi dari Collision, suara ethnic dari Tension..dll. Bahkan gabungan dari engine2 tersebut, buat penggila suara perkusi yang ajaib, experimental dan expressive. Sebagai pengguna Korg Wavedrum, cuma environment perkusi di Ableh yang bisa memuaskan..apalg kalau digabung dengan hardware pendukung dan, ehm..MAX for Live.

Operator juga merupakan FM synth yg menggunakan 14 jenis Filter yang bahkan sangat flexible dan ajib suaranya, plus AUTOMATION dan ruting modulasinya sangat flexible, juga bisa melakukan additive wavetable dengan partial yang bisa digambar!

Kebetulan penulis cukup beruntung memiliki module TG77/33 dan PSS570/580, jd bisa membandingkan suara DX7II, SY77 serta 2 dan 4 op FM synth dari Yamaha dengan Operator. Masing2 memiliki kelebihan masing2, tapi Operator dan Integrasinya dengan Live dan seluruh fasilitas Suite, membuat saya rela terjun ke dunia software, dengan hardware yg lama menunggu untuk dinyalakan 😀 tp jangan salah, DX7 jadul..atau TG77 dan FM hardware lainnya tetap menarik dan punya kelebihan masing-masing..hanya saja bila disuruh pilih satu synth FM buat dibawa ke desert island, saya pilih Operator, atas dasar integrasinya dengan Live.

Meski tidak sekomplex beberapa FM synth yg disebutkan, namun justru kesederhanaannya adalah kunci yang membuat FM synthesis bisa dinikmati oleh lebih banyak orang dan menjadi kelebihannya. Untuk komplexitas yang tidak terbatas, silahkan gunakan Instrument Rack dan buat layer FM Power Synth sesuka hati, bahkan dengan gabungan seluruh engine, fx, midi fx, sample sampe CPUnya mentok..dan untungnya Operator dan Synth bawaan Live kebanyakan processor friendly yg memang didesain secara khusus untuk itu. Hal tsb merupakan salah satu alasan tampilan yg sederhana, meski di balik kesederhanaannya instrument yang sebagian merupakan versi port dari produk2 AAS yg merupakan salah satu pelopor pertama VST (pembuat soft synth sesudah Seer System Reality, yg masih bertahan hingga saat ini dengan produk2 yang semakin matang dan terbukti kualitasnya) sangat lengkap dan powerful. http://www.applied-acoustics.com

Juga AMP, simulasi efek gitar andalan ane yang sangat cocok untuk menambah karakter dari Operator, merupakan port dari product buatan Soft Tube. Spesialis hi-end plugin yg biasa membuat efek2 yg harganya ajib untuk protools TDM dan Venue system.
http://softube.se/ableton_amp.php

Semua fasilitas ini merupakan pendukung dari Operator yang terdapat pada versi Live Suite 8. Dan semua hal tersebut dengan integrasi system sequencing, recording dan AUTOMATION Live yg membuat operator bukan cuma musikal suaranya, tapi jg penggunaan dan aplikasinya terhadap banyak hal dan keperluan, menjadi hal yang vital untuk banyak situasi yang membutuhkan suara FM, baik yg vintage atau dari planet lain.

Ini Obsesi yang kedua: FM synth dengan environment sound design dan sequencing/recording yang paling yahud.

Yah jd begitulah ceritanya, jd panjang 😀 maklum banyak faktor sentimentilnya emang si Mpok ALive dan operatornya ini.

yang pasti buat saya Operator itu, the best for: Old and New!

Met tahun baru 2012 temen2 semuanyaaaaa….

semangat baru, resolusi baru dan ditunggu trak barunya yaaa!

Ableton Operator (1of 2)

operator

FM Synthesizer Ableton yg Old & New

(Part 1 of 2)
http://www.ableton.com/operator

Buat ane, Operator itu sangat asik, bukan cuma sebagai synthesizer FM, tp khususnya merupakan Obsesi yang akhirnya terpenuhi.

Kisahnya pertama dimulai dari kibor jadul yang namanya DX7, salah satu kibor best selling sepanjang masa yang menampilkan FM synthesis dengan 6 operator. Dimana suara FM ini bisa menghasilkan suara2 yang sulit dan bahkan tidak bisa dihasilkan dengan Analog synthesizer. Diantaranya suara Electric Piano yg khas, Bell hingga FM bass dan Lead, hingga ke suara perkusi. Suara Drum dari FM synthesizer merupakan salah satu kesukaan pribadi.

dx7

 

Waktu itu kibor ini sangat mahal dan hanya milik para kibordis elit atau yg kebanyakan duit dan FM synthesis merupakan barang mewah yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang. Lagipula editingnya terbilang lebih sulit ketimbang analog synthesizer yang banyak tombol dan knobnya. Semua hanya diedit melalui layar lcd 2 baris dan tombol2 digital. Synthesizer ini hanya 1 part dan tidak multitimbral.

Tidak lama kemudian lahir DX7II yang merupakan sequel dari DX7 ori yang bisa dilayer dan split, atau memiliki 2 part multitimbral. Tapi banyak para pengguna DX7, lebih menyukai yang ori..karena suaranya yg lebih berkarakter. Hal ini disebabkan karena converternya masih 12 bit, sehingga meski lebih noise tp dianggap oleh sebagian orang paling asik suaranya. Meski sebagian orang lebih suka sequelnya yg udah 16 bit converternya.

Nggak lama kemudian, keluar versi budget dari DX yang cuma menggunakan 4 operator yg namanya TX81Z n terkenal dengan suara Bass Latelynya. Suara dari modul ini jg seringkali diminati karena converternya yg suaranya dirty. Begitu jg dengan modul FB01 yang sangat populer dikalangan musisi chiptune. Khususnya karena kedua modul ini bisa memainkan 8 part multitimbral, jd bagi purist..bisa membuat sebuah komposisi lagu yg full menggunakan hardware FM synthesis!

Nah sampe disini dulu, ane bakal cerita kaitannya dengan Operator!

Ableton_Operator

Operator merupakan FM synthesizer modern yang sangat terintegrasi dengan Ableton Live. Yg fokus bukan hanya pada banyaknya parameter synthesis, namun terlebih pada kualitas suara yang “Old and New” alias, bisa modern bisa juga jadul. Khususnya karena pada bagian oscillatornya terdapat sine4bit dan sine8bit yang sangat cocok buat jenis musik chiptune. Perlu ditekankan bahwa prioritas dari Operator adalah “Kualitas Suara”, yg musikal dan bisa diaplikasikan pada banyak situasi dan berbagai applikasi.

Bahkan Operator juga memiliki fitur antialiasing untuk suara FM jenis modern, namun bila fitur ini dimatikan..suara FM jadul bisa dihasilkan!

Untuk type suara seperti DX, Synclavier dan PPG, aliasing justru membuat suara yg lebih authentic. Bahkan parameter aliasing ini bisa dimainkan secara live, sehingga unsur “nasty” dari FM kini bisa menjadi playable sesuai dengan konteks dan ekspresi yg diinginkan. Misalnya: Suara DX7 dengan converter 8 bitnya pada intro, dilanjutkan dengan Suara FM mellow yg jernih pada part selanjutnya, secara Live. Mengenai converter jadul, tinggal tambahkan saturator dan redux, maka Operator bisa disimulasi menjadi synth DX kuno, bahkan lebih kuno lg dari FM synth di Sound Blaster jadul 😛

Nah, kalo dulu buat editing interfacenya minim..operator interfacenya sangat jelas, sederhana namun powerful. Juga bukan hanya 8 part..kita bisa membuat lagu dengan lebih banyak part dengan full FM synthesis!

Lalu bagaimana dengan 4 operator, dibandingkan dengan 6 operator di DX7? Memang masing2 memiliki kelebihan dan kekurangan masing2..tapi Operator memiliki Oscillator dengan berbagai jenis waveform seperti Saw, Square dan triangle..bahkan HAND DRAWING partials untuk additive wavetablenya! Yg tidak dimiliki oleh DX7. Sehingga 4 Oscillator yang dimiliki oleh Operator, tidak kalah powerful dengan 6 Operator yg ada di DX7. Bahkan dengan menggunakan 6 operator sekalipun, banyak suara Operator Live yg tidak bisa ditiru.

Ini adalah Obsesi pertama: FM synthesizer ajib yang suaranya gokil dan unik..bisa diajak jadul dan modern, powerful dan tidak terlalu sulit penggunaannya.

Robert Henke salah satu pemilik Ableton dan orang dibalik Operator, memiliki obsesi yang sangat kuat terhadap FM synthesis yg merupakan jenis synthesis yg paling ia sukai dan gunakan. Hasilnya adalah: OPERATOR!

Part 2