Cytomic The Drop

Sejak rilis Live 9 ada sebuah nama yang paling berpengaruh, yaitu Andrew Simper dari Cytomic. Seorang lulusan dari 2 jurusan, Mathematics dan Computer Science. Yang sebelumnya merupakan tokoh dibalik kesuksesan Synth Squad dari FXpansion pada product design dan DSP coding.

andrew

Product pertama Cytomic berupa kompresor The Glue yang terinspirasi dari salah satu kompresor paling musikal dan banyak diminati: SSL XLogic G-series, mendapat response yang sangat luar biasa sebagai salah satu VST kompresor dan simulasi terbaik. Sehingga sempat menjadi phenomenal pada dunia maya. Hingga akhirnya Ableton bekerja sama dan menjadikan The Glue sebagai salah satu native device andalannya. Selain itu Andrew juga membantu dalam menyempurnakan EQ8 hingga memiliki cutoff sweep yang lebih smooth. Berikut artikel lengkapnya:
Andrew Simper on The Glue and EQ8

thedrop
Namun bukan itu yang ingin kita bahas kali ini, melainkan produk ke-2 Cytomic yang hingga saat ini didaulat oleh hampir semua user sebagai Filter terbaik dari yang pernah ada! Yaitu: The Drop.
Buat yang belum notice, pada update terbaru Ableton Live 9.5. kini beberapa fitur utama the Drop diaplikasikan pada Auto Filter, Operator, Simpler dan Sampler. Sehingga jangan heran bila kini Live menjadi makin musikal dan tidak tergantikan dengan beberapa device terbaik yang akan trus diupdate oleh Cytomic sesuai dengan pengembangan The Drop!

Namun selain banyak yang belum notice mengenai hal ini, terlebih banyak yang tidak tau antara beda fitur Filter pada Ableton dengan aslinya. Ini yang akan kita bahas kali ini.

Beberapa hal utama adalah:
1. The Drop memiliki setting dual filter dengan system modulasi yang sangat flexible. Meskipun bisa saja dengan mudah kita menggunakan 2 atau lebih Auto Filter pada effect rack, namun secara keseluruhan tetap tidak sama.

auto filter
2. Sejauh ini Ableton hanya menampilkan beberapa filter dengan kualitas medium (MD) yang hemat processor, sehingga lebih cocok untuk Live performance.  Yaitu: OSC (Oscar), MS2 (MS20), PRD (Prodigy), SMP (Pertengahan MS2 dan OSR)

Namun menurut Andrew, kualitasnya tetap terbaik dan hanya sedikit berbeda pada setting resonant yang tinggi, dibanding kualitas HD pada The Drop.

3. Pada The Drop terdapat beberapa jenis filter Roland, yaitu: JP (Jupiter), dan SHR (SH series).

Namun Andrew mengatakan akan ada free update untuk implementasi jenis filter lainnya pada versi Ableton. Termasuk sebuah filter terbaru yang terinspirasi oleh ARP2600! Yang akan membuat The Drop secara otomatis bukan saja menjadi yang terbaik, namun juga akan menjadi yang terlengkap.
ms20mLalu bagaimana dengan kualitas suaranya? Sebagai penggila berbagai jenis suara filter, serta pengguna hardware Korg MS20m. Kualitas dari the Drop, amat sangat luar biasa.  Terlebih lagi dengan setup dual filter yang dapat digunakan baik secara serial maupun paralel, sehingga kita bisa menggunakan 2 buah filter secara bersamaan secara sangat kreatif antara jenis satu dengan yang lainnya. Belum lagi ditambah dengan LFO dan system modulasi yang sangat flexible.

FilterFreak

Sebelum ini filter yang menjadi andalan adalah FilterFreak dari Soundtoys yang hingga kini tetap menjadi favorite dan salah satu yang terbaik, karena musikalitasnya yang sudah terbukti, serta fiturnya yang sangat flexible. Namun perbedaan detail suara dengan the Drop, semakin menguatkan bahwa Cytomic telah membuat sebuah filter Next Gen dengan kualitas terbaik.

Sebuah langkah yang amat tepat bagi Ableton untuk menggandeng Cytomic sebagai partner developmentnya. Sukses terus untuk Andrew dan Cytomic, kita tunggu perkembangan selanjutnya dari produk keren yang selalu berkembang ini. Highly Recommended!

Link: The Drop