Ethera

Bertepatan dengan akan dirilisnya album ke-4 komunitas dengan tema Voice of Angels yang menampilkan suara wanita, hadir beberapa library vokal yang sangat keren. Makin menjadi trend untuk menampilkan vokal dalam arrangement modern, baik cinematic maupun EDM dan genre lainnya.

Ethera (1)Bila belum lama ini kita baru saja membahas mengenai Exhale, sebagai sebuah library yang memiliki fokus aplikasi vokal pada musik modern dan EDM, namun memiliki unsur cinematic. Ethera merupakan kebalikannya, sebagai sebuah library yang memiliki fokus cinematic, namun juga dapat digunakan dalam musik EDM dan genre modern lainnya. Sehingga keduanya akan sangat cocok untuk saling melengkapi untuk berbagai macam keperluan vokal.

Perbedaan utamanya adalah Exhale memiliki sumber suara dari ratusan vokalis band. Sedangkan Ethera yang merupakan hasil karya dari producer Stefano Maccarelli dan scripter Fayez Saidawi hanya menampilkan seorang vokalis cantik yang bernama Clara Sorace sebagai sumber suara utamanya.

Salah satu hal unik lainnya, sebagian kecil dari library ini pernah dirilis sebagai product gratis yang kini sudah tidak lagi tersedia.

ethera

Selanjutnya hampir mirip seperti Exhale, Ethera juga menggunakan NI Kontakt sebagai platform enginenya, namun kali ini diperlukan Full version dimana Exhale dapat digunakan dengan NI Kontakt Free.

Kemiripan lainnya adalah library ini juga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
Phrases: Terdiri dari 45 patch yang dapat dimix dan dikombinasikan untuk menghasilkan phrase baru atau membuat phrase bawaan menjadi lebih unik. Phrase tersebut dapat dimanipulasi dengan berbagai parameter yang tersedia, termasuk time stretching dan sync dengan aplikasi host.

Pads: Merupakan aplikasi vokal yang dapat dimainkan sebagaimana layaknya pad pada sebuah synthesizer. Yang dalam seketika dapat memberikan impresi airy, magical, intim secara penuh emosi ataupun grand.

Legato: Memungkinan suara “Ohs” dan “Ahs” untuk dapat dimainkan secara staccato dan sustain, dengan parameter attack, legato speed, release, vibrato, pan dan volume kontrol.

Selebihnya dilengkapi pula dengan folder tambahan yang tidak kalah mengagumkan dengan suara virtual legato, sustain dan pad. Bagian ini sangat menarik dan lebih memilki surprise element.

Ditambah lagi belum lama ini Ethera baru saja mendapatkan update versi 1.1 dengan patch baru, pad dan suara lainnya. Juga Cubase Expression Map beserta beberapa perbaikan Bug. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada link berikut: Changelog V1.1 Dengan update ini suara Legato menjadi lebih smooth, sehingga secara keseluruhan menjadi sangat lebih musikal.

Library ini memiliki size yang tidak terlalu besar, sekitar 3.5 GB. Namun mengingat aplikasinya yang hanya khusus pada lingkup vokal, dapat dibayangkan betapa banyaknya materi yang disertakan, serta kreatifitas yang bisa dihasilkan. Khususnya karena semua sample menggunakan 4 cycling sustain round robin. Serta dilengkapi dengan User Interface yang mudah untuk digunakan.

Ethera-FX-GUI

Ethera juga memiliki fasilitas efek bawaan yang cukup baik dan lengkap dalam mendukung aplikasi musik Cinematik dan modern. Di antaranya terdapat: Chorus, Flanger & Phaser, Compressor, EQ, Filter, Convolution Reverb, Overdrive, Delay, Amp & Cabinet Simulator. Sehingga tidak heran bila library ini lebih menyerupai sebuah Vocal Workstation dengan beragam jenis suara yang sangat kreatif.

Meskipun akan lebih maksimal bila digunakan dengan plugin independen yang lebih memiliki spesialisasi, namun efek yang tersedia cukup memberikan gambaran suara yang ingin ditampilkan oleh developer dengan sangat baik, termasuk untuk digunakan secara langsung pada trak dalam kebutuhan tertentu.

Yang jelas Ethera adalah library yang sangat musikal, flexible dan mudah untuk digunakan. Serta memiliki image modern dari vokal dan choir classic dengan karakter tersendiri. Sangat recommended untuk mereka yang ingin menampilkan suara wanita pada traknya, sebagai salah satu library yang sangat menampilkan semangat dari Album Kompilasi Voice of Angels #VOA

Link: Ethera